WONOGIRI, suaramerdeka.com –Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Kabupaten Wonogiri Ke 53, Selasa (14/11), dilaksanakan deklarasi stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF), dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kepala Dinkes Provinsi Jateng Yulianto Prabowo, yang diwakili Sri Purwani, menyatakan untuk tingkat Provinsi Jateng, kerugian karena higienitas dan sanitasi yang buruk, mencapai 191 dolar AS (Rp 1,75 triliun) per tahun. Atau per tahun, per kabupaten mencapai sebesar 15,75 dolar AS (Rp 145 miliar). Terkait dengan BABS, dari jumlah 10.049.003 keluarga di Provinsi Jateng, tandas Sri Purwani, yang sudah stop BABS sebanyak 84,31 persen. Yang masih BABS 15,69 persen. Ketika Kabupaten Wonogiri yang sekarang mendeklarasikan stop BABS, itu memberikan kontribusi yang sangat bermakna pada percepatan akses sanitasi di Provinsi Jateng. Kata Sri Purwani, Wonogiri menjadi kabupaten kedua ODF di Jateng, setelah Kabupaten Grobogan. Kemudian disusul Kabupaten Karanganyar dan Boyolali. ”Harapan kami, semoga ODF Kabupaten Wonogiri ini, menjadi pemicu untuk kabupaten/kota yang lain berkomitmen bersama menuju Provinsi Jateng bebas BABS Tahun 2019,” tegasnya.   Ikut memberikan sambutan, Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Kemenkes, Sonny Warou. ”Kami menyambut gembira dan memberikan apresiasi kepada Wonogiri, yang telah mendeklarasikan stop BABS. Ini penting dalam rangka mencapai akses universal air minum dan sanitasi Tahun 2019, bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” tegasnya. Duta Sanitasi Ikrar stop BABS, disampaikan Camat Wonogiri Slameto Sudibyo, diteruskan pendandatangan bersama oleh 25 camat se Wonogiri. Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri, Edy Santosa, menyatakan, gerakan stop BABS telah dilakukan sejak Tahun 2008. ”Kerja keras dilakukan Pemkab bersama seluruh elemen terkait, akhirnya berhasil mencapai bebas BABS 10 Oktober 2017 lalu,” tandas Wabup Edy Santosa. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Mubarok, menyatakan, panitia HKN Tahun 2017 diketuai oleh dokter spesialis anak Dodi Pratikto Widodo, dengan Sekretaris Tri Handayani. Peringatan HKN mengambil Tema: ”Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiku.” Kegiatannya, diawali gerak jalan sehat massal dan pertandingan olahraga, dirangkai anjangsana ke panti asuhan, dan menggelar pelayanan kesehatan gratis. ”Puncaknya, deklarasi stop BABS dan akan diteruskan bakti sosial Sabtu (18/11) ke Desa Petirsari, Kecamatan Pracimantoro,” jelas Mobarok. Acara deklarasi, dimeriahkan paduan suara para kader kesehatan Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, diiringi musik tretek bambu, dan paduan suara mahasiswa Akper. Bersamaan itu, Wabup Edy Santosa, menyerahkan piala kepada Kades Bulusulur, Dwi Prasetyo yang menjadi Duta Sanitasi tingkat Provinsi Jateng. Ini berkaitan Bulusulur, berhasil menjadi desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), karena sukses dalam melaksanakan 5 pilar STMB, yakni stop BABS, Germas, cuci tangan pakai sabun, buang sampah tak sembarangan, dan penggunaan air bersih. Juga menyandang predikat plus, terkait dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan pemanfaatan pekarangan untuk apotek hidup dan lumbung hidup. Sumber Berita (Bambang Purnomo /SMNetwork /CN33 ) http://www.suaramerdeka.com/news/detail/6936/Wonogiri-Deklarasikan-Stop-Buang-Air-Besar-di-Sungai

Please follow and like us:
Penak Ngising nen WC to?? (STOP Buang Air Besar di Sungai)
Ditag pada:                            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *